Ahmad Reza Hariyadi
Madi “Sang Pemberani”




Thursday, November 26, 2015
Ahmad Reza Hariyadi
Madi “Sang Pemberani”

Sebagai pendatang baru di dunia akting, Reza mengaku banyak mendapatkan pelajaran yang sangat berarti dari seorang Madi.

Menjadi tokoh Madi dalam film Sang Pemberani memberikan pe¬ngaruh yang positif bagi Ahmad Reza Hariyadi. Pemuda kelahiran Banda Aceh, 11 September 1995 ini mengaku senang dipercaya memerankan lakon utama di film yang tayang perdana 22 Mei 2014. (Baca: Reza Aktor Utama Film "Sang Pemberani" Rupanya Anak Aceh)

Awalnya dia tidak menyangka terpilih bermain di film yang mengambil lokasi syuting di Aceh. Pasalnya ini baru pertama dia terjun ke ajang hiburan, khususnya dunia peran. Ditambah dia harus bersaing dari sekian banyak orang mengikuti casting film yang diadakan di sembilan kota besar di Indonesia.

“Alhamdulillah saya terpilih sebagai pemeran utama, yaitu tokoh Madi Ghafur. Ini pengalaman pertama Reza terjun di dunia perfilman. Sebelumnya sama sekali tidak pernah mengenal yang namanya dunia akting,” aku Reza.

Sebagai pendatang baru di dunia akting, Reza belajar banyak dari artis-artis seniornya seperti Artika Sari Devi, Ibrahim Imran (Baim), Tio Pakusadewo, Edwin Super Bejo, dan juga Willy Dozan.

"Mba Tika, bang Edwin, sama Om Tio, semuanya mendidik Reza menjadi karakter Madi dengan baik. Mereka bilang harus mendalami lagi peran Madi dan yang penting jangan sombong," kata remaja berkulit sawo matang itu.

Meski belum pernah mendalami ilmu akting ataupun teater, anak bungsu dari dua bersaudara ini menuturkan bahwa ia tidak menemukan kesulitan yang besar.

Bahkan, Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh itu sangat semangat menjalani debut pertamanya di dunia peran Tanah Air. Peraih juara satu turnamen Karate tingkat Nasional pada 2007, 2009, dan 2010 ini yakin bahwa dirinya akan memberikan yang terbaik lewat karate.

Mengenang proses syuting film garapan tiga sutradara yaitu Agung Dewa, Alyandra dan Ryuken Raissa, selain cuaca yang panas, Reza mengaku prosesnya sangat berat karena harus melewati medan pascabencana tsunami. Salah satu adegan favoritnya adalah ketika ia harus bertarung melawan preman bersama Tio Pakusadewo, kala itu dikisahkan sebagai Sensi Azwar yang mengalami traumatik setelah kematian anaknya. (Baca: Sang Pemberani; Film Berkisah Semangat Seorang Karateka Muda Aceh)

Reza mengaku banyak mendapatkan pelajaran yang sangat berarti dari seorang Madi. Di mana dia mampu berjuang keras untuk kembali bangkit dari keterpurukan pasca tragedi tsunami karena kehilangan ayah dan kakaknya. Ia pun harus bangkit demi meraih cita-citanya serta membanggakan ibu dan adiknya.[]

0 komentar:

Post a Comment

 

Flickr Images

Video of the day

Copyright © 2015 • Aceh Plus
Blogger Templates